File-File Ebook buat kalian yang gaptek, dan sarana pasang iklan gratis

5/03/2011

Rosswell bag I

Buku itu, sebelum ku baca pun aku sudah tau
Buku itu begitu tua dan kuno, seakan menjadi saksi bisu waktu yang berjalan
menyimpan rahasia manusia dari waktu ke waktu
dan tetap saja, kubuka halaman demi halaman rahasia dunia
membaca, tercengang dan menatap seakan tak percaya
dan kini ku sadari satu hal,
rahasia, terkadang lebih baik jika tak terungkap

Iona Alberthnight, itu adalah namaku, nama yang sangat tidak lazim, karena aku juga tinggal ditempat yang tak lazim. duniaku mungkin berbeda dengan  duniamu, diduniamu orang-orang melintasi dunia dengan mobil, pesawat, kapal, kereta api. tapi diduniaku, kau memerlukan kuda untuk bepergian. ketika kau menggunakan dunia maya dan layar kaca untuk berkomunikasi (email, sms, video call, dsb), kau hanya memerlukan perkamen dan burung hantu diduniaku.
 aku tinggal di Kastil milik keluarga Chrons, keluarga bangsawan terhormat di negaraku, bukan sebagai saudara, tamu atau teman. aku adalah pembantu disana, pekerjaan yang menyedihkan menurutku. tapi demi sesuap nasi dan pakaian yang layak, apa boleh buat.
Esmeral Chrons, adalah putri sulung keluarga Chrons, karena kedua orang tuanya telah meninggal, ialah yang menjadi kepala keluarga, ia seorang wanita paruh baya yang cantik, berwibawa, berpendidikan, angkuh, berkuasa, dan sangat mahir menggunakan pedang. well,  kalau aku sih tidak akan mencoba cari gara-gara dengannya. satu lagi, ialah yang telah membawaku ke keluarga ini dan mempekerjakanku sebagai pembantu. saat berusia 7 tahun, ia menemukanku di halaman sebuah kastil tua tak berpenghuni, karena kasihan maka ia membawaku, itu menurut cerita Esmeral karena aku sudah tak ingat lagi. tapi aku tidak percaya, karena saat ia bercerita ia sama sekali tidak mau memandangku, dan itu adalah ciri-ciri ketika ia sedang berbohong, tapi aku tak peduli. aku tak ingin mengetahui masa laluku.
Oz Chrons, ia adalah adik Esmeral. seorang laki-laki muda yang tampan, memanah adalah keahliannya dan berenang adalah kelemahannya. ia masih muda, 2 tahun lebih muda dariku. secara fisik ia mirip dengan kakaknya, pendiam, angkuh, tatapan tajam menusuk, dan mempesona. pasti kau berpikir aku jatuh cinta padanya. ya, mungkin aku sedikit menyukainya, hanya sedikit.


********
Siang ini, seorang tamu terhormat akan datang ke kastil keluarga Chrons, Pangeran Sezru, pewaris utama takhta kerajaan Veisallius,
“Iona, cari beberapa bunga, letakkan di ruang tamu. hari ini pangeran Sezru akan datang, aku ingin ruangan dihias bunga” ucap Esmeral seperti biasa, memberi perintah.
“bunga apa ?”
“mawar”
“merah, pink, biru, ungu, marun, pastel, hijau, putih, hitam ?” tanyaku lagi
“ungu”
“berapa tangkai ?”
“astaga Iona, 4,5,7,9 terserah saja, yang penting bisa dihias” ucap Esmeral kesal
“hahaha, aku kan hanya bertanya Esm” ucapku geli
“kau kan tau aku pasti memilih mawar ungu” jawabnya sambil merapikan rambut didepan cermin hias yang terpajang.
“kenapa mawar ungu Esm ? menurutku Aster lebih bagus, apa tidak bosan mawar terus ?”
“Iona” ucapnya, berbalik menghadapku “itulah perbedaan antara aku dan kau, bahkan bunga pun bisa membuktikannya, kau tau arti mawar ungu dan aster ?”
“tidak tau” ucapku menggeleng
“mawar ungu” ucapnya lantang “melambangkan simbol kesempurnaan dari pesona, seperti aku. seorang wanita yang mempesona dan sempurna, sedangkan Aster” ucapnya seraya menunjukku “melambangkan kepolosan dan kesederhanaan, seperti kau. polos dan sederhana”
“WOW, kalau begitu kau pasti memilih mawar ungu karena sudah tau artinya, bukan karena suka” balasku
“Iona, kau ini” ucapnya menghela napas “lakukan saja perkataanku”  dan Esmeral pun beranjak keluar.
“sempurna dan mempesona ? kalau kau nanti tua, kau juga tidak lagi mempesona” ucapku geram setelah Esmeral tidak tampak lagi.
“hei, aku mendengarnya Io” sebuah suara tiba-tiba mengagetkanku, membuatku melepaskan sapu yang kupegang.
“Oz . . mak, maksudku Tuan Oz” ucapku gelagapan
“Tuan Oz, kenpapa memanggilku Oz, kau hanya memanggil kakak dengan sebutan Esm”
“well, aku agak dekat dengan kakakmu” sahutku
“aku bisa lihat itu” jawabnya sambil tersenyum, benar-benar manis. “sebaiknya kau cepat cari bunga yang ia minta, kau tidak ingin mendengar omelannya kan ? lanjutnya
“ya, kurasa begitu” ku ambil sapuku yang terjatuh dan bersiap pergi, menyayangkan sebentarnya waktu bertemu dengannya.
“Ehm Iona” panggil Oz menghentikan langkahku, “Aster tidak hanya melambangkan kepolosan dan kesederhanaan, tapi juga kemurnian dan keriangan. benar-benar seperti kau” ucapnya mengangkat bahu “bukan berarti hal yang jelek, maksudku benar-benar riang seperti kau, dan yah agak polos dan . .”
“aku mengerti” ucapku tersenyum, dan ia tersenyum. dan kau tau tidak, itu adalah hal terindah bagiku.

*******
“Benarkan Iona ?” Tanya Esmeral padaku
“Iona ?”
“Iona ? Suara Esmeral lebih keras
“y, ya . . maaf nona, bisa diulang, saya tidak memperhatikan” ucapku kaget, kulihat suara tawa tertahan dari Oz dan pelayan lain
“pangeran bertanya, apakah kau bekerja disini sejak kecil, dan kubilang iya, benarkan ?” jawab Esmeral, matanya tajam menusuk, aku tau artinya itu, omelan setelah tamu pulang.
“iya yang mulia, saya bekerja disini sejak kecil” ucapku seraya menundukkan kepalaku
“apakah kau memiliki orang tua ?” pangeran bertanya padaku
“saya”
“ia tidak meiliki orang tua yang mulia,orang tuanya sudah lama meninggal” potong Esmeral “kenapa yang mulia begitu tertarik dengan seorang pelayan ?”
“tidak, aku hanya merasa pernah melihatnya entah dimana” sahut Pangeran cuek
“yang mulia, bros “
“yang mulia, minuman anda habis, mau lagi ?” potong Esmeral lagi “Iona, ambilkan minuman lagi di dapur” diam, tatapan mata Esmeral mengatakan itu, kenapa ia memotong pembicaraanku ? akan kucari tau nanti
“ya nona” ucapku akhirnya.

*******
“Esm, apa maksudmu tadi” tanyaku, saat ini sekarang kami sedang berada di kamar Esmeral, ia memanggilku setelah pangeran pulang.
“aku yang harus bertanya begitu padamu Io, kenapa kau mempermalukanku didepan pangeran ?”
“aku, mempermalukanmu ? kapan ? aku tidak ingat pernah mempermalukanmu“
“kau mengacuhkanku tadi “ucapnya geram
“oh, itu, aku tidak dengar waktu kau bertanya” kataku membela diri
“itu tidak jadi alasan, kau tidak menghiraukanku, dan itu didepan pangeran. aku benar-benar malu tadi, seperti aku tidak bisa mengajari pelayanku tata karma saja” cerocosnya
“Astaga Esm, aku rasa pangeran tidak akan berpikir demikian. lagipula biasanya kau tidak pernah berbicara pada pelayan saat ada tamu,mana kutau kau akan bertanya padaku”
“jangan coba-coba membela diri Iona, kenapa kau bengong tadi ?”
“bros” jawabku tegas
“bros ?” ulang Esmeral, matanya tajam menatapku tapi dahinya mengkerut. aku tau apa artinya, ia menyembunyikan sesuatu
“bros, bros yang dipakai oleh pangeran Sezru di bajunya, bros hitam berbentuk naga dengan hiasan rubi biru, bentuk bros itu” ucapku sambil membuka pakaianku dan menunjukkan bahuku “sama persis dengan tato dibahuku ini dan sama persis dengan anting yang kumiliki, apa artinya Esm ?”
“tato itu bentuk naga ? aku tidak tau “jawab Esm kalem
“kau tau sesuatu Esm ? kau pasti tau !!! aku sudah mengenalmu bertahun-tahun, kau sudah kuanggap sebagai kakakku, jujurlah padaku sekali ini saja”
“aku tidak tau Io” Jawab Esmeral “mungkin kau salah lihat , ada banyak bentuk bros, aku yakin bentuknya saja yang sama dan”
“Keluarga kerajaaan tidak akan mengenakan sesuatu yang pasaran Esm” potongku “terlebih lagi benda yang sama yang dimiliki oleh seorang pelayan” tegasku “tidak akan. itu lambang keluarga, hanya melihatnya pun aku tau, sama seperti lambang keluargamu, rubi biru. lambang kehormatan untuk 4 keluarga bangsawan yang hampir sejajar dengan kerajaan, jika hanya itu akupun tau” teriakku
“ho, jadi kau tau ? lalu kenapa kau tidak bertanya padaku dari dulu ?” tantang Esmeral, kini ia berdiri dihadapanku
“karena” kataku menghela nafas “aku tidak yakin Esm, tapi melihat pangeran memakai bros itu, dan ketika ia berkata ia merasa pernah melihatku, aku”
“kau hanya berprasangka” potong Esm tajam
“lalu kenapa kau memotong ucapanku, saat aku ingin bertanya pada pangeran tentang bros itu ?” Tanyaku frustasi
“sangat tidak sopan seorang PELAYAN bertanya pada seorang pangeran” tegasnya
“kau takut Esm” tantangku “kau takut rahasiamu diketahui, karena itu kau memotongku, aku tau kau esm, aku mengenalmu” ucapku melembut “aku mohon Esm, beritahukan padaku, siapa aku ? apakah aku memiliki hubungan dengan 4 keluarga bangsawan terdekat kerajaan ?”
“sepertinya kau terlalu banyak menghayal Io”
“aku mohon Esm, sekali ini saja, bahkan untuk siapa diriku, kau tak ingin memberitahukannya ?”
“sejak kapan Iona, sejak kapan kau ingin tau masa lalumu ?” tanyanya
“Esm” ucapku, duduk lunglai dilantai “kau tau, terkadang aku benar-benar merasa hampa, siapa aku esm ? yang ku tau hanyalah, aku ditemukan olehmu dan kau menjadikanku pelayan disini, tapi hanya itu. kau bilang aku adalah anak seorang petani dan orang tuaku meninggal karena kecelakaaan, tapi aku tau kau bohong Esm  !! aku tidak tau apa alasanmu bohong, kenapa kau mengambilku, kenapa aku memiliki bros itu, kenapa aku memiliki tato ini ? siapa orang tuaku ? bagaimana mereka ? dimana mereka ? aku tak tau Esm, aku tak tau apapun tentang diriku” ucapku disertai isak tangis, air mata mulai membanjiri kedua pipiku, mengingat masa laluku membuka kembali lubang di hatiku yang telah lama kututup.
“Iona” kata Esmeral, ikut duduk didepanku, mengelus rambut dan menghapus airmataku “aku tau kau sedih, tapi tidak mengetahui masa lalu bukanlah hal terburuk, ada banyak orang yang tidak tau dimana orang tuanya, tapi bisa hidup sukses dan bahagia”
“Esm” pekikku, kutepiskan tangannya dari wajahku “jadi kau . . tidak mau dan tidak akan pernah ingin mengungkapkan siapa diriku, apa begitu ? ucapku lambat, menekankan setiap suku kata yang kuucapkan.
“maafkan aku Io “ jawabnya lirih
“baik, aku tau tak ada gunanya lagi bicara padamu Esm” ucapku geram, berdiri dan menghapus air mataku “jika kau tak ingin bicara, aku akan mencari tau sendiri” tegasku
“kau tak bisa pergi begitu saja, kau belum membersihkan dapur, mencuci baju, mengelap”
“aaaarrgh Esm” teriakku gusar “aku berhenti menjadi pelayanmu !!!” kubanting pintu kamar Esmeral dan keluar, aku benar-benar kesal padanya, memangnya siapa dia sampai menyembunyikan jati diriku, aku akan keluar dari kastil ini, akan kubuktikan padanya, tanpa bantuannya pun aku bisa menemukan siapa diriku.
“aku bisa membantumu” sebuah suara menghentikan langkahku, kubalikkan badanku, mencari sumber suara tadi. kulihat sesosok pria muda, berambut panjang sepinggang yang diikat rendah, wajahnya manis, seperti perempuan, kulitnya putih halus, badannya pun kecil, hanya lebih tinggi sekitar 5cm dari badanku.
“siapa kau” tanyaku, menyipitkan mata agar bisa melihatnya lebih jelas.
“kau akan mengetahuinya nanti, yang penting sekarang” ucapnya “adalah, jika kau ingin bekerja sama denganku aku bisa membantumu menemukan apa yang ingin kau ketahui”
“apa yang ingin kuketahui ?” tanyaku curiga “apa kau bisa dipercaya?”
“kau bisa menilai apa aku penipu atau bukan” ucapnya tegas, mengulurkan tangannya kepadaku “kamu mau bekerja sama?”
kutatap wajahnya, bekerja sama dengannya, entahlah, bagaimana jika ia orang suruhan Esm, atau bagaimana jika ia hanya orang gila yang iseng
“bros hitam berbentuk naga berhias rubi biru” lanjutnya “adalah lambang keluarga Rosswell, salah satu dari keluarga bangsawan terdekat kerajaan, dibantai habis 12 tahun lalu oleh seluruh pasukan kerajaan dan 2 keluarga bangsawan, Anks dan Chrons” ucapnya dengan senyum penuh rahasia, dan aku tau, ialah yang bisa membantuku.
“aku setuju” jawabku yakin, membalas uluran tangannya.



0 komentar

Posting Komentar

Ada Pertanyaan, Saran, atau Kritik . . ?
Silahkan tinggalkan pesan disini