File-File Ebook buat kalian yang gaptek, dan sarana pasang iklan gratis
Bisnis 100% Tanpa Modal

5/03/2011

Rosswell bag I

Buku itu, sebelum ku baca pun aku sudah tau
Buku itu begitu tua dan kuno, seakan menjadi saksi bisu waktu yang berjalan
menyimpan rahasia manusia dari waktu ke waktu
dan tetap saja, kubuka halaman demi halaman rahasia dunia
membaca, tercengang dan menatap seakan tak percaya
dan kini ku sadari satu hal,
rahasia, terkadang lebih baik jika tak terungkap

Iona Alberthnight, itu adalah namaku, nama yang sangat tidak lazim, karena aku juga tinggal ditempat yang tak lazim. duniaku mungkin berbeda dengan  duniamu, diduniamu orang-orang melintasi dunia dengan mobil, pesawat, kapal, kereta api. tapi diduniaku, kau memerlukan kuda untuk bepergian. ketika kau menggunakan dunia maya dan layar kaca untuk berkomunikasi (email, sms, video call, dsb), kau hanya memerlukan perkamen dan burung hantu diduniaku.
 aku tinggal di Kastil milik keluarga Chrons, keluarga bangsawan terhormat di negaraku, bukan sebagai saudara, tamu atau teman. aku adalah pembantu disana, pekerjaan yang menyedihkan menurutku. tapi demi sesuap nasi dan pakaian yang layak, apa boleh buat.
Esmeral Chrons, adalah putri sulung keluarga Chrons, karena kedua orang tuanya telah meninggal, ialah yang menjadi kepala keluarga, ia seorang wanita paruh baya yang cantik, berwibawa, berpendidikan, angkuh, berkuasa, dan sangat mahir menggunakan pedang. well,  kalau aku sih tidak akan mencoba cari gara-gara dengannya. satu lagi, ialah yang telah membawaku ke keluarga ini dan mempekerjakanku sebagai pembantu. saat berusia 7 tahun, ia menemukanku di halaman sebuah kastil tua tak berpenghuni, karena kasihan maka ia membawaku, itu menurut cerita Esmeral karena aku sudah tak ingat lagi. tapi aku tidak percaya, karena saat ia bercerita ia sama sekali tidak mau memandangku, dan itu adalah ciri-ciri ketika ia sedang berbohong, tapi aku tak peduli. aku tak ingin mengetahui masa laluku.
Oz Chrons, ia adalah adik Esmeral. seorang laki-laki muda yang tampan, memanah adalah keahliannya dan berenang adalah kelemahannya. ia masih muda, 2 tahun lebih muda dariku. secara fisik ia mirip dengan kakaknya, pendiam, angkuh, tatapan tajam menusuk, dan mempesona. pasti kau berpikir aku jatuh cinta padanya. ya, mungkin aku sedikit menyukainya, hanya sedikit.


********
Siang ini, seorang tamu terhormat akan datang ke kastil keluarga Chrons, Pangeran Sezru, pewaris utama takhta kerajaan Veisallius,
“Iona, cari beberapa bunga, letakkan di ruang tamu. hari ini pangeran Sezru akan datang, aku ingin ruangan dihias bunga” ucap Esmeral seperti biasa, memberi perintah.
“bunga apa ?”
“mawar”
“merah, pink, biru, ungu, marun, pastel, hijau, putih, hitam ?” tanyaku lagi
“ungu”
“berapa tangkai ?”
“astaga Iona, 4,5,7,9 terserah saja, yang penting bisa dihias” ucap Esmeral kesal
“hahaha, aku kan hanya bertanya Esm” ucapku geli
“kau kan tau aku pasti memilih mawar ungu” jawabnya sambil merapikan rambut didepan cermin hias yang terpajang.
“kenapa mawar ungu Esm ? menurutku Aster lebih bagus, apa tidak bosan mawar terus ?”
“Iona” ucapnya, berbalik menghadapku “itulah perbedaan antara aku dan kau, bahkan bunga pun bisa membuktikannya, kau tau arti mawar ungu dan aster ?”
“tidak tau” ucapku menggeleng
“mawar ungu” ucapnya lantang “melambangkan simbol kesempurnaan dari pesona, seperti aku. seorang wanita yang mempesona dan sempurna, sedangkan Aster” ucapnya seraya menunjukku “melambangkan kepolosan dan kesederhanaan, seperti kau. polos dan sederhana”
“WOW, kalau begitu kau pasti memilih mawar ungu karena sudah tau artinya, bukan karena suka” balasku
“Iona, kau ini” ucapnya menghela napas “lakukan saja perkataanku”  dan Esmeral pun beranjak keluar.
“sempurna dan mempesona ? kalau kau nanti tua, kau juga tidak lagi mempesona” ucapku geram setelah Esmeral tidak tampak lagi.
“hei, aku mendengarnya Io” sebuah suara tiba-tiba mengagetkanku, membuatku melepaskan sapu yang kupegang.
“Oz . . mak, maksudku Tuan Oz” ucapku gelagapan
“Tuan Oz, kenpapa memanggilku Oz, kau hanya memanggil kakak dengan sebutan Esm”
“well, aku agak dekat dengan kakakmu” sahutku
“aku bisa lihat itu” jawabnya sambil tersenyum, benar-benar manis. “sebaiknya kau cepat cari bunga yang ia minta, kau tidak ingin mendengar omelannya kan ? lanjutnya
“ya, kurasa begitu” ku ambil sapuku yang terjatuh dan bersiap pergi, menyayangkan sebentarnya waktu bertemu dengannya.
“Ehm Iona” panggil Oz menghentikan langkahku, “Aster tidak hanya melambangkan kepolosan dan kesederhanaan, tapi juga kemurnian dan keriangan. benar-benar seperti kau” ucapnya mengangkat bahu “bukan berarti hal yang jelek, maksudku benar-benar riang seperti kau, dan yah agak polos dan . .”
“aku mengerti” ucapku tersenyum, dan ia tersenyum. dan kau tau tidak, itu adalah hal terindah bagiku.

*******
“Benarkan Iona ?” Tanya Esmeral padaku
“Iona ?”
“Iona ? Suara Esmeral lebih keras
“y, ya . . maaf nona, bisa diulang, saya tidak memperhatikan” ucapku kaget, kulihat suara tawa tertahan dari Oz dan pelayan lain
“pangeran bertanya, apakah kau bekerja disini sejak kecil, dan kubilang iya, benarkan ?” jawab Esmeral, matanya tajam menusuk, aku tau artinya itu, omelan setelah tamu pulang.
“iya yang mulia, saya bekerja disini sejak kecil” ucapku seraya menundukkan kepalaku
“apakah kau memiliki orang tua ?” pangeran bertanya padaku
“saya”
“ia tidak meiliki orang tua yang mulia,orang tuanya sudah lama meninggal” potong Esmeral “kenapa yang mulia begitu tertarik dengan seorang pelayan ?”
“tidak, aku hanya merasa pernah melihatnya entah dimana” sahut Pangeran cuek
“yang mulia, bros “
“yang mulia, minuman anda habis, mau lagi ?” potong Esmeral lagi “Iona, ambilkan minuman lagi di dapur” diam, tatapan mata Esmeral mengatakan itu, kenapa ia memotong pembicaraanku ? akan kucari tau nanti
“ya nona” ucapku akhirnya.

*******
“Esm, apa maksudmu tadi” tanyaku, saat ini sekarang kami sedang berada di kamar Esmeral, ia memanggilku setelah pangeran pulang.
“aku yang harus bertanya begitu padamu Io, kenapa kau mempermalukanku didepan pangeran ?”
“aku, mempermalukanmu ? kapan ? aku tidak ingat pernah mempermalukanmu“
“kau mengacuhkanku tadi “ucapnya geram
“oh, itu, aku tidak dengar waktu kau bertanya” kataku membela diri
“itu tidak jadi alasan, kau tidak menghiraukanku, dan itu didepan pangeran. aku benar-benar malu tadi, seperti aku tidak bisa mengajari pelayanku tata karma saja” cerocosnya
“Astaga Esm, aku rasa pangeran tidak akan berpikir demikian. lagipula biasanya kau tidak pernah berbicara pada pelayan saat ada tamu,mana kutau kau akan bertanya padaku”
“jangan coba-coba membela diri Iona, kenapa kau bengong tadi ?”
“bros” jawabku tegas
“bros ?” ulang Esmeral, matanya tajam menatapku tapi dahinya mengkerut. aku tau apa artinya, ia menyembunyikan sesuatu
“bros, bros yang dipakai oleh pangeran Sezru di bajunya, bros hitam berbentuk naga dengan hiasan rubi biru, bentuk bros itu” ucapku sambil membuka pakaianku dan menunjukkan bahuku “sama persis dengan tato dibahuku ini dan sama persis dengan anting yang kumiliki, apa artinya Esm ?”
“tato itu bentuk naga ? aku tidak tau “jawab Esm kalem
“kau tau sesuatu Esm ? kau pasti tau !!! aku sudah mengenalmu bertahun-tahun, kau sudah kuanggap sebagai kakakku, jujurlah padaku sekali ini saja”
“aku tidak tau Io” Jawab Esmeral “mungkin kau salah lihat , ada banyak bentuk bros, aku yakin bentuknya saja yang sama dan”
“Keluarga kerajaaan tidak akan mengenakan sesuatu yang pasaran Esm” potongku “terlebih lagi benda yang sama yang dimiliki oleh seorang pelayan” tegasku “tidak akan. itu lambang keluarga, hanya melihatnya pun aku tau, sama seperti lambang keluargamu, rubi biru. lambang kehormatan untuk 4 keluarga bangsawan yang hampir sejajar dengan kerajaan, jika hanya itu akupun tau” teriakku
“ho, jadi kau tau ? lalu kenapa kau tidak bertanya padaku dari dulu ?” tantang Esmeral, kini ia berdiri dihadapanku
“karena” kataku menghela nafas “aku tidak yakin Esm, tapi melihat pangeran memakai bros itu, dan ketika ia berkata ia merasa pernah melihatku, aku”
“kau hanya berprasangka” potong Esm tajam
“lalu kenapa kau memotong ucapanku, saat aku ingin bertanya pada pangeran tentang bros itu ?” Tanyaku frustasi
“sangat tidak sopan seorang PELAYAN bertanya pada seorang pangeran” tegasnya
“kau takut Esm” tantangku “kau takut rahasiamu diketahui, karena itu kau memotongku, aku tau kau esm, aku mengenalmu” ucapku melembut “aku mohon Esm, beritahukan padaku, siapa aku ? apakah aku memiliki hubungan dengan 4 keluarga bangsawan terdekat kerajaan ?”
“sepertinya kau terlalu banyak menghayal Io”
“aku mohon Esm, sekali ini saja, bahkan untuk siapa diriku, kau tak ingin memberitahukannya ?”
“sejak kapan Iona, sejak kapan kau ingin tau masa lalumu ?” tanyanya
“Esm” ucapku, duduk lunglai dilantai “kau tau, terkadang aku benar-benar merasa hampa, siapa aku esm ? yang ku tau hanyalah, aku ditemukan olehmu dan kau menjadikanku pelayan disini, tapi hanya itu. kau bilang aku adalah anak seorang petani dan orang tuaku meninggal karena kecelakaaan, tapi aku tau kau bohong Esm  !! aku tidak tau apa alasanmu bohong, kenapa kau mengambilku, kenapa aku memiliki bros itu, kenapa aku memiliki tato ini ? siapa orang tuaku ? bagaimana mereka ? dimana mereka ? aku tak tau Esm, aku tak tau apapun tentang diriku” ucapku disertai isak tangis, air mata mulai membanjiri kedua pipiku, mengingat masa laluku membuka kembali lubang di hatiku yang telah lama kututup.
“Iona” kata Esmeral, ikut duduk didepanku, mengelus rambut dan menghapus airmataku “aku tau kau sedih, tapi tidak mengetahui masa lalu bukanlah hal terburuk, ada banyak orang yang tidak tau dimana orang tuanya, tapi bisa hidup sukses dan bahagia”
“Esm” pekikku, kutepiskan tangannya dari wajahku “jadi kau . . tidak mau dan tidak akan pernah ingin mengungkapkan siapa diriku, apa begitu ? ucapku lambat, menekankan setiap suku kata yang kuucapkan.
“maafkan aku Io “ jawabnya lirih
“baik, aku tau tak ada gunanya lagi bicara padamu Esm” ucapku geram, berdiri dan menghapus air mataku “jika kau tak ingin bicara, aku akan mencari tau sendiri” tegasku
“kau tak bisa pergi begitu saja, kau belum membersihkan dapur, mencuci baju, mengelap”
“aaaarrgh Esm” teriakku gusar “aku berhenti menjadi pelayanmu !!!” kubanting pintu kamar Esmeral dan keluar, aku benar-benar kesal padanya, memangnya siapa dia sampai menyembunyikan jati diriku, aku akan keluar dari kastil ini, akan kubuktikan padanya, tanpa bantuannya pun aku bisa menemukan siapa diriku.
“aku bisa membantumu” sebuah suara menghentikan langkahku, kubalikkan badanku, mencari sumber suara tadi. kulihat sesosok pria muda, berambut panjang sepinggang yang diikat rendah, wajahnya manis, seperti perempuan, kulitnya putih halus, badannya pun kecil, hanya lebih tinggi sekitar 5cm dari badanku.
“siapa kau” tanyaku, menyipitkan mata agar bisa melihatnya lebih jelas.
“kau akan mengetahuinya nanti, yang penting sekarang” ucapnya “adalah, jika kau ingin bekerja sama denganku aku bisa membantumu menemukan apa yang ingin kau ketahui”
“apa yang ingin kuketahui ?” tanyaku curiga “apa kau bisa dipercaya?”
“kau bisa menilai apa aku penipu atau bukan” ucapnya tegas, mengulurkan tangannya kepadaku “kamu mau bekerja sama?”
kutatap wajahnya, bekerja sama dengannya, entahlah, bagaimana jika ia orang suruhan Esm, atau bagaimana jika ia hanya orang gila yang iseng
“bros hitam berbentuk naga berhias rubi biru” lanjutnya “adalah lambang keluarga Rosswell, salah satu dari keluarga bangsawan terdekat kerajaan, dibantai habis 12 tahun lalu oleh seluruh pasukan kerajaan dan 2 keluarga bangsawan, Anks dan Chrons” ucapnya dengan senyum penuh rahasia, dan aku tau, ialah yang bisa membantuku.
“aku setuju” jawabku yakin, membalas uluran tangannya.



Read More

si Cantik Bisa Ge-Er juga

di SMK Kasih Bunda, siapa sih yang tidak kenal dengan Melin, gadis keturunan cina dan Indonesia itu adalah gadis paling manis di sekolah, rambutnya panjang sebahu dengan potongan cacah ngga beraturan, hidung mancung, bibir pink alami, mata sipit, kulit putih bersih, plus bentuk wajah bulat yang bikin orang tambah gemes kalau liat wajahnya. selain cantik, ia juga aktif dalam OSIS dan cukup pintar disekolahnya, karena itu ia sangat popular di sekolah, apalagi dikalangan cowo-cowo.

tapi, seperti kebanyakan cewek remaja cantik lainnya, Melin selalu gonta-ganti pacar, dari anak kuliahan, kakak kelas, adik kelas, sampai guru disekolah juga pernah (yang muda pastinya) nah looo, hebat banget kan. dan sekarang, Melin sedang falling in love sama seseorang.

seperti biasa pada saat jam istirahat, tampak 5 cewe paling terkenal nongkrong dikantin orange. Mia, si gendut jago matematika anggota klub drama sekaligus bendahara OSIS. Reni, gadis imut ketua klub karate. Nana dan Sasa, kembar bangsawan anggun ketua klub sastra dan klub merangkai bunga, dan tentu saja Melin, tokoh utama kita, gadis imut anggota klub lukis dan sekretaris OSIS.

“kalian tau anak kelas 3 jurusan Musik yang namanya Farhan ga ?” Tanya Melin, kepada sohib-sohibnya saat dikantin.

“iya tau, gue sekelas sama dia” jawab mia “kenapa ?”

“dia sudah punya pacar belum ?”sahut melin langsung ke inti permasalahan

“ngga tau ya, dia itu kan pendiam gitu, gue jarang ngobrol sama dia”

“target baru ya lin ?” cerocos Nana “orangnya yang mana ?”

“target baru, emang nya gue mau berburu apa pake target” ucap melin

“iya” sahut Reni “berburu cowok, hahaha”

“ngga gitu temen-temen, dia itu lain banget, biasanya cowo kan suka caper gitu, tapi dia ngga” bela melin

“cool maksudnya” timpal Sasa

“yup, betul banget, cool and keren abis, cakep lagi” ucap melin

“emang beneran cakep mi ?” Tanya Sasa sama Mia

“iya, cakep, orangnya pendiam, lumayan pinter juga, banyak sih yang naksir sama dia, tapi gue ngga pernah denger dia sudah punya pacar” jawab Mia

“Wah, bagus dong kalau gitu” sahut Melin girang

“tapi, gue juga ngga pernah dengar kalo dia ngga punya pacar” potong Mia, Melin Cuma bisa melongo dengar ucapan temannya itu

“emang kenal di mana ?” ucap Reni

“di Klub piano, waktu gue temenin Yoga ke klub” mulai Melin

“Yoga mantan lo yang 2 minggu lalu” potong Nana

“iya, Yoga yang itu” ucap melin “terus gue ya liat dia di situ, dia lagi main piano, gue sih ngga tau itu lagu apa, tapi keren banget, sumpah. gue penasaran banget sama dia, kok bisa main piano bagus banget gitu, ngga kayak yoga, main nya false banget. trus . . .”

“iya, betul banget tuh, Yoga sih kalau main piano bikin sakit kuping” potong Sasa

“terus gue samperin aja dia, gue nanya itu lagu apa” lanjut Melin tidak menggubris ucapan Sasaa “nah, dari situ gue Tanya nama dia, terus dia bilang namanya Farhan, jurusan musik. nah, gue langsung inget elo deh Mi, lo kan jurusan musik kali aja lo tau sama si Farhan” ucap Melin sambil menghela napas, menutup cerita pertemuannya dengan Farhan

“Pas lo nyamperin si Farhan, emang si Yoga ngga marah lin ?” Tanya Reni

“ya marah gitu deh, ngga jelas banget. bĂȘte banget sama dia, gue minta putus aja”

“Oooooooo” sahut teman-temannya kompak.

“pokonya, kalian harus bantu gue, ok” kata Melin penuh tekad kepada teman-temannya

*****

Lonceng berbunyi keras 4 kali, menandakan bahwa Jam sudah menunjukkan pukul 13.00, waktunya sekolah dibubarkan. namun masih ada sebagian siswa yang masih duduk-duduk santai, ada yang bergegas menuju klub masing-masing, ada juga yang langsung menuju kerumah mereka. sedangkan Melin, dengan tergesa-gesa memasukkan semua bukunya ke dalam tas tanpa merapikannya terlebih dulu, langsung lari menuju bagian barat sekolah, ke arah kelas musik.

kelas 3D, “ini dia” batin Melin, ia sudah berhenti berlari ketika di depan kelas, merapikan pakaian dan rambutnya serta mangetur napasnya agar kembali tenang stelah lari-larian

“Halo Mi” ucap Melin sambil memasuki kelas. Mia yang baru selesai memasukkan buku-bukunya ke tas, melongo melihat Melin dikelasnya. “tumben banget nih anak kekelas gue, biasanya juga nunggu di pintu gerbang atau di lapangan basket” baru saja Mia mau mengatakan itu, Melin sudah mengedipkan matanya kepada Mia yang artinya jangan bicara apa-apa. Melin beranjak mendekati Mia yang masih bengong dikursinya, duduk dimeja sambil membolak-balikkan buku Mia dengan santai.

“Farhan” panggil Melin tiba-tiba. Oke, sekarang Mia tahu alasan Melin ke kelasnya.

“Hai” sahut Farhan dengan senyum tipisnya, yang ya ampun benar-benar manis banget “lagi apa disini ?”

“jemput Mia” jawab Melin seraya menggoyangkan kepalanya ke arah Mia. Mia hanya bisa melongo, kemudian berbalik kembali menyusun buku-bukunya ”Well, temanku benar-benar cerdik” batin Mia

“aku ngga tau kalau lo sekelas sama Mia” lanjut Melin - bohong

“tapi aku tau kalau Mia teman lo, kalian kan cukup terkenal” sahut Farhan

“ngga ah, siapa yang terkenal” ucap Melin tersipu malu – jujur

“Gue mau ke perpus sebentar ya, ada barang gue ketinggalan” tiba-tiba Mia ada ditengah-tengah antara Melin dan Farhan “lo disini aja sebentar, ribet kalau ngajak lo”

“o gitu ya, ya udah deh. jangan lama-lama ya” sahut Melin, “bagus Mi, lama-lamain aja ngga papa” batin Melin

“Ok deh” ucap Mia, beranjak pergi sambil menatap penuh arti ke arah melin “jangan di sia-siakan, gue sudah kasih kesempatan”. Melin hanya tersenyum sebagai ganti kata terima kasih buat Mia “lo emang temen yang pengertian” batin Melin.

“ O iya, dulu katanya lo mau liat lukisan karya gue” ucap Melin, mencoba menahan Farhan agar tidak pergi

“iya, kan lo sudah liat gue main piano, jadi gue juga mau liat lukisan lo”

“kalau mau liat datang aja ke klub lukis, gue seneng banget kalau lo datang” jawab melin – jujur

“Bener nih, nanti gue pasti datang” janji Farhan “Omong-omong Lin, lo . . lo mau ngga ngajarin gue ngelukis?”

“ngelukis?” ulang Melin bingung

“iya, ta . . tapi kalau lo ngga mau ya ngga papa” ucap Farhan gelagapan, mukanya memerah langsung. mungkin minta di ajarin ngelukis dari cewe yang baru dikenalnya agak memalukan baginya.

“ngga, ngga papa. boleh kok, nanti gue ajarin” jawab Melin cepat “kesempatan ngga datang dua kali” batin Melin “emang kenapa ? lo pengen jadi pelukis juga ?”

“ngga, itu . . anu, adik gue suka banget sama lukisan, sebentar lagi dia ulang tahun, gu . . gue pengen banget ngasih hasil lukisan gue sama dia, tapi gue ngga punya temen di klub lukis” ucap Farhan gugup, gelisah.

“O . . ngga papa kok, gue seneng lagi bisa bantu lo” ucap Melin sambil tersenyum semanis mungkin, dan Farhan membalas senyumannya, yang membuat melin bisa pingsan berdiri liat senyumnya


*****

Semenjak hari itu, Farhan dan melin semakin dekat, mulai dari belajar ngelukis bareng di klub, tuker-tukeran nomor handphone, sampai kunjungan Farhan ke rumah Melin yang cukup sering. alasannya – supaya lebih mudah belajar ngelukis tanpa gangguan. benarkah ?

“kayaknya gue sudah bisa naklukin si Farhan deh” kata Melin pada teman-temannya di sebuah cafĂ© favorit mereka

“Oh ya, hebat dong” sahut Reni sambil menyeruput jus alpukat

“lo yakin ?” tanya Mia “Farhan itu emang baik sama semua cewe, tapi gue denger dia itu susah banget ditaklukin, jangan-jangan lo nya aja yang geer”

“ngga Mi, gue yakin 99% kalu dia itu mulai naksir sama gue” jawab Melin dengan keyakinan penuh

“99%, berarti masih ada 1% dong” ucap Sasa

Melin hanya mendesah mendengar ucapan Sasa “apa sih artinya 1% Sa, 1 banding 99. gue yakin banget dia pasti naksir sama gue”

“tapi 1% juga kemungkinan lo Lin, bisa aja dia belum naksir sama lo” sahut Nana sambil mencomot ice cream goreng melin

“eh, ice cream gue” ucap Melin reflex makanannya diambil “kalian kenapa sih, tumben banget ngeraguin gue gini”

“bukannya ngeraguin Lin, tapi ini kan sudah 2 setengah bulan lo ngedeketin Farhan, tapi sikapnya biasa-biasa aja, dia juga belum nembak lo” cerocos Mia

“iya, ngga biasanya kan lo naklukin cowo selama gini” tambah Sasa

“lagian, gue liat Farhan tuh beda banget sama cowo lain, dia itu kayaknya ngga ada terterik-tertariknya sama cewe” sahut Nana

“jangan-jangan dia homo Lin” timpal Reni, yang membuat 4 temannya menoleh serentak kepadanya “Cuma dugaan friends” ucap Reni mengangkat bahu

“stop . . stop . .” potong Melin “dia itu bener-bener naksir gue. you know, dia pake minta ajarin ngelukis padahal dia jurusan musik, itu pasti Cuma alasan supaya bisa deket sama gue”

“Well, dia kan minta ajarin ngelukis supaya bisa kasih kado buat adiknya” ucap Mia

“Kalo emang buat adiknya, kenapa ngga beli aja ?” tantang Melin

“ya . . dia kan bilang pengen ngasih hasil karya tangannya. tau kan, pepatah bilang. hadiah paling berharga adalah hadiah yang dibuat dengan ketulusan hati bukan dari angka nominal hadiah tersebut” timpal Sasa

“Friends, itu cuma alasan. gue yakin banget, kalau niatnya cuma itu ngapain coba dia sering main kerumah gue ?”

“kan lo yang suruh” ucap Reni polos

“Oh Well, ok. emang gue yang nyuruh” ucap Melin merasa kalah “tapi, dia kan bisa cari alasan supaya ngga harus datang ke rumah gue kalau emang dia ngga suka. and akhir-akhir ini dia datang kerumah gue tanpa harus gue suruh, dia datang dengan atau tanpa suruhan gue, you know, artinya dia mau datang ke rumah gue, karena dia emang PENGEN” ucap Melin sambil menekankan kata pengen sejelas-jelasnya.

“bisa jadi kan dia datang ke rumah lo supaya cepet bisa ngelukis” sahut Nana

“Yah, mudah-mudahan aja si Farhan beneran naksir sama lo” ucap Sasa

“iya, biar kami ngga ngira lo cuma geer doang” timpal Mia

“kalian tenang aja friends, gue pasti bisa ngerebut hati Farhan, lagian . .” ucap Melin sambil mengibaskan rambutnya kebelakang “siapa sih yang bisa nolak pesona Varasya Melin Marlia ?”


*****

“Farhan” pekik Melin terkejut, ia tak menyangka kalau malam ini Farhan Bakalan datang ke rumahnya “kok ngga sms dulu kalau mau datang”

“umm, emang ngga boleh ya kalau gue langsung datang ke rumah lo ?” balas Farhan

“bukan gitu, Cuma ngga biasa aja, biasanya kan lo sms dulu kalo mau datang” ucap Melin, sambil memandang Farhan secara keseluruhan, kaos putih, celana jeans panjang, sepatu kets putih, senyum menawan ”WOW” jerit Melin dalam hati.

“masuk yuk” ucapnya lagi, Farhan pun mengikuti Melin ke dalam rumah, berbincang-bincang cukup seru dan kadang di iringi gelak tawa oleh dua insan ini, hmm sepertinya mereka berdua emang cukup dekat.

“gue ngga nyangka bisa kenal and deket ma lo” ucap Farhan, menyeruput limun dingin di meja

“sama, gue juga” jawab Melin
 
“temen-temen banyak yang iri sama gue lo gara-gara gue deket sama lo”

“iri ?”Tanya Melin bingung

“iya, secara lo kan primadona di sekolah, sedangkan gue biasa-biasa aja” jawab Farhan

“ngga ah, siapa yang primadona, gue tuh biasa aja kali. lagian lo juga terkenal kok di sekolah”

“tapi tetap aja gue seneng banget bisa kenal sama lo, seneng lo mau temenan sama gue padahal lo populer, sampai mau ngajarin gue ngelukis segala”

“temen tuh kan ngga pilih-pilih Han, gue seneng kok temenan sama lo, lagian apa sih artinya populer ? kita kan ngga bisa bahagia hanya dengan populer” ucap Melin, bohong banget, padahal Melin tuh selalu pamer kepopulerannya sama orang-orang apa lagi kalau sama keluarganya.

“lo emang beda Lin, jarang banget cewe kayak lo, sudah baik ngga sombong lagi”

“ngga kok” jawab Melin malu-malu, seneng banget di puji sama Farhan “apaan sih, kok jadi ngomong gini”

“gue serius, gue seneng banget temenan sama lo” jawab Farhan

“gue juga” ucap Melin mengangguk, “wah, kok omongannya jadi serius gini ya, jangan-jangan si Farhan mau nembak gue” batin Melin

“mudah-mudahan lo ngga bosen temenan sama gue, walau gue banyak maunya”

“ngga kok, gue ngga bakal bosen temenan sama lo, lo tuh kan orangnya asyik banget, mana mungkin gue bosen” jawab Melin “ayo Han, tembak aja gue sekarang, gue sudah kasih lampu hijau tau”

“gitu ya” ucap Farhan malu-malu “gue, gue sebenarnya mau ngomong sama lo, umm . . sebenarnya sudah lama sih, cuman gue malu banget mau bilang ke elonya”

“apa Han ?” jawab Melin, mencoba menahan senyum mengembang di wajahnya “ngomong aja”, “ngomong aja kalau lo suka sama gue” jerit hati Melin.

“gue, gue . .”

“terus Han” batin Melin “oke friends, ternyata kalian salah, gue bener-bener sudah naklukin hati Farhan”

“gue, gue mau terima kasih banget sama lo, lo kan sudah mau ngajarin gue ngelukis dan lainnya, padahal gue ngga pernah ngasih apa-apa sama lo. sampai gue bisa ngelukis kayak sekarang, yah walawpun lukisan gue ngga bisa dibilang bagus, tapi gue puas banget sudah bisa ngelakuin apa yang gue pengen, dan itu karena lo. karena bantuan lo Lin, lo sabar banget ngajarin gue, padahal kalau orang lain mungkin ngga bakal mau buang-buang waktu ngajarin orang lain. jadi gue mau berterima kasih sama lo, selama ini kan gue belum pernah bilang makasih sama lo, bagi gue, lo teman cewe terhebat yang gue punya” ungkap Farhan panjang lebar.

“O, Oh I, iya sa sama-sama, gue umm, ikhlas kok . . iya, gu gue ikhlas” sahut Melin gelagapan

“syukur deh, gue lega banget sudah ngucapin makasih sama lo”

“iya” jawab Melin dengan senyum setengah di paksakan. tidak lamakemudian Farhan pun pamit pulang, dengan senyum puas mengambang diwajahnya, sedangkan Melin dengan wajah syok.

“makasih ? jadi dia ngga nembak gue, tapi Cuma bilang makasih” ucap Melin tak percaya kepada dirinya sendiri, melangkah ke kamar dan duduk lunglai di tepi kasur dengan hati syok dan bingung.

*****
2 hari kemudian, dikelas Melin. kelas 3A Jurusan Seni

“Lin” panggil teman sekelasnya, Agung. cowo kribo dari papua.

“ya” jawab melin dengan suara semanis mungkin.

“lo tuh pacaran ngga sama si Farhan, anak 3D Musik ?”

“umm, ngga “ jawab Melin mengegeleng-gelengkan kepala bingung “kenapa ? ada gosip gue jadian sama dia ya ?”

“ngga bukan itu” sahut Agung

“jadi lo ngga jadian sama dia ya, abisnya lo kan deket banget sama dia, kalian kan sering berdua di klub lukis” ucap Ria, teman satu bangkunya ikut nimbrung.

“iya, kami kira lo jadian” ucap teman Melin yang lain, dan dalam sekejap semua temannya sudah berkeliling menggerumbung Melin, ingin tau kisah sebenarnya “wah, wah, emang segitu penasarannya ya mereka ini”batin Melin

“ngga, gue ngga jadian sama dia, emang kenapa sih ?”Tanya Melin

“kemarin kan gue datang ke acara party ultah temen gue, namanya Santi. ngga taunya Santi itu ternyata pacarnya Farhan, jadi gue kira lo di duain, ternyata kalian ngga pacaran” sahut Agung.

“pacar ?”Tanya Melin syok “Farhan ternyata sudah punya pacar, kok bisa ?”

“iya, and si Farhan tuh ngasih kado yang romantis banget buat pacarnya”

“lukisan kelinci” potong Melin tiba-tiba

“lho, kok lo tau ?” Tanya Agung bingung

“lo ngga tau ya, gue kan punya indra ke enam” sahut Melin asal sambil nyengir, merapikan bukunya.
Read More

4/24/2011

Cara Menghasilkan Uang lewat Email

Menghasilkan Uang Lewat Email

Guys, udah tau dong, kalau internet itu bisa menghasilkan uang untuk kita, dan Menghasilkan uang lewat internet itu ada berbagai macam cara lho, salah satunya lewat Email . . ?!?
Hmm . . kayaknya mencari uang dengan email ini jarang di bahas deh . . gimana caranya . . ?

Tenang . . tenang.  . cara ini akan saya bahas, tapi tidak dalam postingan karena terlalu agak panjang, jadi saya tulis dalam bentuk pdf

Ebook ini berisi tentang bagaimana menghasilkan atau melipat gandakan penghasilan hanya dengan sebuah akun Email, yup benar, hanya dengan email . .
"ah, yang bener . . hari gini bisa dapat uang hanya dengan punya email ?" mungkin gitu dalam pikiran anda . . tapi ini beneran lho, semua hal bisa dijadikan penghasilan jika kita kreatif . . misalnya, apa anda pernah ikutan PTC . . ? PTC itu membayar setiap kita melihat iklan, nah lo . . melihat iklan saja bisa dibayar.

kemudian PPL, kita dibayar apabila mengajak orang lain untuk mendaftar (secara gratis), benar kan, cuma mengajak teman juga dibayar. ada juga yang membayar kita untuk memberi komentar, meng-upload gambar, dsb . . pokoknya macam-macam deh . .
jadi, jangan heran kalau dengan email anda juga bisa menghasilkan uang,

dan, ini diaaaaaaa ebooknya . .
tapi guys, sorry ya . . ebook ini ngga gratis, hhehehe
tenang . . tenang . . ngga mahal kok, cuma Rp25.000,-
hitung-hitung buat upah saya nulis, saya kan juga mau untung, jadi mohon pengertiannya ya, hhehehe

tapi ngga rugi kok belinya, soalnya ebook ini Open Source (kayak Linux aja :p), ngga seperti ebook lain yang melarang diperjualbelikan atau disebarluaskan. Ebook ini boleh disebarluaskan atau dijual kembali, misalnya nih ya, anda beli ebook ini sama saya Rp25.000,- teruz setelah selesai dibaca anda jual lagi dengan harga yang sama, kalau ada 3 sampai 4 orang yang beli kan sudah untung tuh . . iya ngga

Cuma Rp25.000,- Guys, harganya setara 2X makan aja kok :)
Murah Meriah Euy . .



CARA  PEMESANAN
1. Silahkan transfer uang  sebesar Rp25.000,-  ke;
   Nama bank    :BNI  
   No Rek        :0166555806   
   Atas Nama    : Ika Natalia

2. Kemudian lakukan Konfirmasi transfer lewat email atau sms (pilih salah satu) ke:    
    hikari.no_miko@yahoo.co.id (untuk konfirmasi via email),   
    085248641735 (untuk konfirmasi via sms)      
    dengan format:
    "KONFIRMASI,EBOOK EMAIL, TANGGAL TRANSFER,JUMLAH TRANSFER,NAMA ANDA,EMAIL ANDA"
    contoh:

Konfirmasi Ebook Email, 08 April 2011, Rp.25.112,- ,savira, savi@yahoo.co.id
3. Konfirmasi hanya dilakukan Bila UANG TELAH Anda KIRIM/Transfer.

Tolong tambahkan 3 angka unik saat mentransfer


Buat yang sudah beli, terima kasih ya . . .
Read More